Parlemen

471 Golden Visa Terbit, Investasi Tembus Rp9 Triliun

Sumber Foto: Antara

JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menerbitkan 471 Golden Visa sejak diluncurkan pada Juli hingga Desember 2024 dengan total investasi mencapai Rp9 triliun.

“Pengguna Golden Visa 471 dengan investasi sebesar Rp9 triliun,” kata Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Jaya Saputra, Selasa (17/12/2024).

Secara total, dari periode 1 Januari hingga 15 Desember 2024, Imigrasi menerbitkan 5.162.775 visa. Dari jumlah tersebut, 4.635.858 visa atau 89 persen adalah visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival).

Sementara itu, visa kunjungan satu kali perjalanan (single entry) mencapai 420.529, visa kunjungan beberapa kali perjalanan (multiple entry) sebanyak 43.292, dan visa tinggal terbatas tercatat sebanyak 62.630.

Layanan visa menjadi kontributor terbesar bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen Imigrasi. Tercatat, 56 persen dari total PNBP tahun ini berasal dari layanan visa.

Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen Imigrasi hingga 15 Desember 2024 mencapai Rp8,58 triliun, melebihi target sebesar Rp6 triliun atau 142 persen dari yang ditetapkan.

Golden Visa resmi diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, 25 Juli 2024, di Jakarta. Kebijakan ini berlandaskan Permenkumham Nomor 22 Tahun 2023 tentang Visa dan Izin Tinggal serta Permenkeu Nomor 82 Tahun 2023.

Golden Visa mencakup beberapa kategori, antara lain investor perorangan, investor korporasi, eks WNI, keturunan eks WNI, pemilik rumah kedua (second home), talenta global, dan tokoh dunia. Program ini bertujuan mempermudah warga negara asing (WNA) untuk berinvestasi dan berkarya di Indonesia dengan masa tinggal lebih lama, yaitu 5 hingga 10 tahun, sesuai syarat investasi tertentu.

Manfaat tambahan bagi pemegang Golden Visa antara lain akses prioritas layanan keimigrasian di bandara internasional serta bebas pengurusan izin tinggal terbatas (ITAS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button